top of page

Kepergian Pemimpin Vietnam

Demi petani, rakyat Vietnam, dan kemanusiaan, Ho Chi Minh yang hidup sederhana rela membaktikan diri hingga mati.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Anak-anak memberikan ucapan selamat pada hari kelahiran Ho Chi Minh di Istana Kepresidenan, 19 Mei 1958. (talkvietnam.com).

11 Jun 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

KETIKA menjadi presiden, Ho Chi Minh tinggal di kompleks istana kepresidenan di Hanoi. Namun, jangan mengira rumahnya bak hotel berbintang. Dia menempati gubuk kecil di belakang istana dengan sedikit harta kekayaan: satu stel pakaian khaki, kipas dari daun palem, dan sepasang sandal karet yang selalu dia gunakan bahkan ketika menerima tamu negara.


Ho Chi Minh membentangkan tali di tengah jalan antara gubuknya dan istana; dia selalu meloncatinya bila melintas. Tak ada yang tahu apa maksud sebenarnya dari perbuatan itu. Yang pasti, dia hanya menggunakan Istana untuk menerima tamu dan acara kenegaraan lainnya. “Tidak kuat batinnya kalau tinggal di istana,” ujar Amarzan Lubis, delegasi Harian Rakjat yang menyambanginya di Hanoi pada 1964.


Kesederhanaan Ho Chi Minh “mengerem” gaya hidup mewah para pejabatnya. Pernah suatu kali seorang pejabat mengatakan bahwa gaya hidup Ho mewakili rakyat dan partai mungkin tak akan ada lagi setelah kematian Ho. Ho Chi Minh menjawab enteng tapi pedas: “Bahkan ketika saya masih hidup seperti ini beberapa orang dari Anda masih mengeksploitasi rakyat. Apakah Anda akan mengambil seluruh yang mereka punya bila saya hidup mewah?”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page