- 9 Jun 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 19 Mei
USAI kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik, pada Agustus 1945 Ho Chi Minh mempengaruhi Kaisar Bao Dai untuk turun takhta dan mendeklarasikan Vietnam sebagai sebuah negara merdeka. Vietnam dikenal sebagai Republik Demokratik Vietnam (DRV), dan Ho Chi Minh menjadi presiden pertama. Namun, perjuangan Ho masih terbentang luas. Eskalasi politik dan militer meningkat. Terjadi kekerasan senjata antara Vietnam dan Prancis.
Sementara itu, hasil Konferensi Potsdam, yang diadakan Sekutu di Berlin pada Juli dan Agustus 1945, tak menguntungkan posisi Paman Ho. Konferensi Potsdam membagi Vietnam menjadi Utara dan Selatan. Pascaperang, administrasi Vietnam Utara untuk sementara diberikan kepada Nasionalis China di bawah Jenderal Chiang Kai-shek, sedangkan Selatan kepada Inggris.
Pada 13 September 1945, pasukan Inggris tiba di Saigon, Vietnam Selatan. Tugas mereka melucuti tentara Jepang dan membebaskan tawanan perang. Namun, Inggris bukan saja membebaskan tawanan perang Prancis, tetapi juga mengizinkan tentara Prancis masuk kembali ke Vietnam Selatan. Inggris berkeyakinan bahwa penguasaan atas koloni yang menguntungkan itu adalah penting untuk pemulihan ekonomi Prancis pascaperang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















