top of page

Menyapu Dien Bien Phu

Sebuah buku kesaksian dari Jenderal Vo Nguyen Giap, inisiator pertempuran menentukan bagi rakyat Vietnam melawan Prancis dalam mempertahankan kemerdekaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Vo Nguyen Giap and Pham Van Dong di Hanoi, Vietnam, 1945. (Wikimedia Commons).

1 Sep 2023
4 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

JENDERAL Vo Nguyen Giap begitu bersemangat. Di persinggahan tepi Sungai Da, dia merasakan kondisi moril para prajuritnya, dan juga rakyat, amat tinggi. Meski harus menempuh medan berat dan perjalanan masih jauh, dia tak mendengar sedikit pun keluhan. Mereka semua bulat tekad berperang untuk mengusir imperialis Prancis.


Kejadian yang berlangsung sekitar Oktober 1953 itu meninggalkan kesan mendalam dalam benak Giap. Dia menuliskannya dalam memoar yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Letjen TNI (Purn.) M. Munir dan diterbitkan Penerbit Buku Kompas pada 2017.


Dien Bien Phu, yang dikelilingi lembah dan perbukitan, adalah tujuan mereka. Ia merupakan tempat paling strategis di Indochina barat-laut, memiliki akses menuju Laos di barat dan Tiongkok di utara. Di sana pulalah Prancis membangun basis pertahanannya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page