- 1 Sep 2023
- 4 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
JENDERAL Vo Nguyen Giap begitu bersemangat. Di persinggahan tepi Sungai Da, dia merasakan kondisi moril para prajuritnya, dan juga rakyat, amat tinggi. Meski harus menempuh medan berat dan perjalanan masih jauh, dia tak mendengar sedikit pun keluhan. Mereka semua bulat tekad berperang untuk mengusir imperialis Prancis.
Kejadian yang berlangsung sekitar Oktober 1953 itu meninggalkan kesan mendalam dalam benak Giap. Dia menuliskannya dalam memoar yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Letjen TNI (Purn.) M. Munir dan diterbitkan Penerbit Buku Kompas pada 2017.
Dien Bien Phu, yang dikelilingi lembah dan perbukitan, adalah tujuan mereka. Ia merupakan tempat paling strategis di Indochina barat-laut, memiliki akses menuju Laos di barat dan Tiongkok di utara. Di sana pulalah Prancis membangun basis pertahanannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















