top of page

Perang Vietnam Berakhir di Meja Perundingan

Perdamaian di Vietnam harus menempuh jalan panjang. Ujungnya sampai di penyatuan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana hari pembebasan total Vietnam Selatan 30 April 1975. (vietnamplus.vn).

  • 11 Jun 2025
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

SAIGON, 30 Januari 1968, lewat dini hari. Warga kota baru usai merayakan tahun baru Imlek. Sebagian besar masih larut dalam pesta. Tak ada yang mengira kalau malam itu pertempuran dahsyat akan meletus. Sementara itu, pasukan Vietcong menyelusup ke kota. Tepat pukul 02.30, rentetan senapan membahana, mengagetkan pegawai Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Tentara Republik Vietnam (Selatan). Tak siap, korban pun berjatuhan. Fase ini menjadi babak awal perdamaian di Vietnam.


Perang itu terus berkobar hingga Agustus. Pasukan Vietcong berada di atas angin meski mereka gagal merebut Saigon. Sebaliknya, AS dan Vietnam Selatan kehilangan banyak tentara. Sebagian yang tersisa mengalami depresi. Penyalahgunaan obat-obatan seketika menjadi kaprah di kalangan mereka. Dukungan publik AS untuk Lyndon B. Johnson, presiden AS kala itu, pun menyurut.

 

Menurut Simon M. Dennis, profesor sejarah pada Universitas Michigan, dalam “The War in Vietnam 1965-1968”, hanya 26 persen rakyat AS yang mendukung Johnson menangani Perang Vietnam. Sadar tak didukung, Johnson menolak dicalonkan sebagai presiden pada 1969. Posisinya digantikan Richard M. Nixon.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Meski sarat gimmick, film Shazam! Fury of the Gods tetap menyajikan keluguan remaja yang menyimpan kekuatan para dewa Yunani.
Meski sarat gimmick, film Shazam! Fury of the Gods tetap menyajikan keluguan remaja yang menyimpan kekuatan para dewa Yunani.
transparant.png
bottom of page