top of page

Jalan Menuju Kemerdekaan

Ho Chi Minh bekerja sama dengan China dan Amerika Serikat untuk melawan Jepang. Sejarah perlawanan nenek moyang bangsa Vietnam jadi senjata untuk merebut kemerdekaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ho Chi Minh memproklamasikan kemerdekaan Vietnam, 1945. (kingsacademy.com).

9 Jun 2025
7 menit membaca

Diperbarui: 19 Mei

GENDERANG Perang Dunia II ditabuh ketika Jerman menyerang Polandia pada 1 September 1939. Beberapa hari setelahnya, sekutu Polandia seperti Prancis, Britania Raya, Australia, dan Selandia Baru menyatakan perang terhadap Jerman. Berhasil menaklukkan Polandia, Jerman menyasar Prancis sebagai target berikutnya. Prancis tak bisa membendung tentara Nazi Jerman. Tentara di Indochina, termasuk Vietnam, pun terpaksa ditarik.

 

Mengetahui posisinya melemah, Prancis mengajukan gencatan senjata pada Juni 1940. Sementara itu, tentara Jepang (poros Jerman) mulai bergerak menuju Tonkin (utara Vietnam). Mereka tiba pada September 1940 dan menandai akhir penguasaan Prancis di Vietnam sejak pertengahan abad ke-19. Tapi Jepang tetap mempertahankan sebagian pasukan Prancis untuk menghadapi kemungkinan pemberontakan kaum pergerakan. Prancis terus menjalankan koloninya tapi kekuasaan tertinggi berada di tangan Jepang.

 

Perpindahan kekuasaan ini tak lantas dianggap menguntungkan oleh kaum pergerakan Vietnam. “Penguasaan Prancis memang selalu dibenci, tapi perpindahan kekuasaan kepada Jepang dengan menjadikan Vietnam sebagai wilayah protektorat telah menimbulkan rasa permusuhan,” tulis J.M. Pluvier dalam South-East Asia From Colonialism to Independence. Tapi bagi sebagian kaum nasionalis seperti Liga Phuc Quoc, kehadiran Jepang harus disambut. Tak pelak, kaum pergerakan Vietnam terbagi menjadi dua kubu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

transparant.png
bottom of page