- 8 Jun 2025
- 7 menit membaca
Diperbarui: 19 Mei
KETIKA Perang Dunia I meletus, Ho Chi Minh memutuskan tinggal di London setelah meninggalkan negerinya dan mengakhiri sejenak petualangannya di kapal uap Prancis. Di kota itu, dia bekerja serabutan. Kala itu London tengah memasuki musim dingin. Siang hari, Ho bekerja sebagai pembersih salju di sebuah sekolah. Bila malam tiba, Ho segera pergi ke Hotel Carlton untuk membantu koki.
Entah bagaimana Ho Chi Minh memanfaatkan waktunya, dia tetap menjalin hubungan dengan orang Asia lainnya yang tinggal di London. Bahkan, dia sempat bergabung ke Lao-Dong Hai-Ngoa, sebuah asosiasi pekerja perantauan yang dipimpin orang-orang Tiongkok. Organisasi ini mendukung kemerdekaan Irlandia, salah satu negeri jajahan Inggris. Ho merasa pandangan organisasi ini sejalan dengannya: antipenjajahan.
Terlahir di negeri terjajah, Ho Chi Minh bisa merasakan apa yang dialami orang-orang Irlandia. Karena itu, dia bergabung tanpa ragu. Selain itu, Ho juga memiliki alasan politis. Dia ingin belajar cara memperjuangkan kemerdekaan sebuah negeri melalui organisasi. Ho mendengar organisasi ini kerap memberikan kursus antikolonial kepada anggotanya. Dari organisasi inilah Ho mendapatkan kursus-kursus politik antikolonial pertamanya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















