- 2 Nov 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 20 Feb
HARI ini, 2 November 1963, Presiden Vietnam Selatan Ngo Dinh Diem dan saudaranya Ngo Dinh Nhu tewas dibunuh sekelompok Tentara Republik Vietnam Selatan (Army of the Republic of Vietnam/ARVN). Pembunuhan itu merupakan kelanjutan dari kudeta yang dilakukan sehari sebelumnya di bawah pimpinan Jenderal Duong Van Minh yang populer disapa Big Minh, penasehat militer Presiden Ngo Dinh Diem.
Kudeta di Vietnam Selatan semasa Perang Vietnam tengah berkecamuk itu membuka rangkaian kudeta militer yang kemudian datang silih berganti. Kudeta November itu sendiri dilatari kekecewaan banyak pihak, temasuk Amerika Serikat (AS) yang awalnya merupakan penyokong utama Diem.
Sejumlah jenderal teras di ARVN, termasuk Minh, sudah lama kecewa terhadap diktator Diem yang sarat KKN dan diskriminatif terhadap mayoritas umat Budha. Dua upaya penggulingan Diem pun dilakukan militer pada 1960 dan 1962. Namun semua upaya itu gagal dan berujung pada penghukuman terhadap otak pemberontakan-pemberontakan itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















