- 10 Jun 2025
- 6 menit membaca
Diperbarui: 19 Mei
AMARZAN Loebis dan rekan-rekannya dari delegasi Harian Rakjat mengajukan dua syarat kepada delegasi Bintang Merah, Vietnam Utara ketika mereka mendapat tawaran untuk mengunjungi negara bekas jajahan Prancis itu. “Kami ingin bertemu Paman Ho dan Vo Nguyen Giap,” kata Amarzan kepada mereka pada perayaan ulang tahun Partai Komunis Tiongkok 1 Oktober 1964, di Peking.
Bintang Merah, seperti juga Harian Rakjat dengan PKI, memiliki kedekatan dengan Partai Komunis Vietnam Utara. Menurut Amarzan media tersebut memiliki kedekatan dengan Departemen Penerangan. Sehingga untuk mengatur pertemuan dengan Ho Chi Minh bukanlah hal yang sulit.
Delegasi Vietnam menyanggupi permintaan Amarzan dan kawan-kawan. Usai menghadiri acara, delegasi Harian Rakjat yang terdiri dari Samtiar, Baroto, Yuliarso, Amarzan Lubis dan pemimpin redaksi Harian Rakjat Mula Naibaho itu bertolak menuju Hanoi, Vietnam Utara. “Di antara delegasi saya-lah yang paling muda,” kenang Amarzan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















