top of page

Ketika Kakak Adik Berhadapan dalam Perang

Pergolakan di daerah memicu perang saudara. Kakak adik yang berhadapan ini saling mengingatkan jangan sampai tertembak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Operasi Merdeka untuk memadamkan Permesta. (Repro 30 Tahun Indonesia Merdeka).

  • 4 Mei 2019
  • 2 menit membaca

Pergolakan di daerah yang melahirkan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) pada 1958 telah menjadi perang saudara. Di antara prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan tentara Permesta yang saling bermusuhan terdapat orang-orang yang terikat tali persaudaraan.


Oleh karena itu, terkadang ada anggota TNI yang membocorkan rencana operasi kepada penduduk untuk disampaikan kepada pasukan Permesta. Sehingga perperangan yang memakan korban dapat dihindari.


“Mereka (penduduk) tidak ingin lagi melihat jatuhnya korban dalam perang saudara ini, baik dari kalangan penduduk maupun kalangan oknum TNI sendiri,” kata Phill M. Sulu, mantan anggota Permesta, dalam Permesta dalam Romantika, Kemelut & Misteri.


Menurut Phill, malah ada anggota pasukan TNI baik yang reguler maupun TBO (tenaga bantuan operasi) yang sewaktu mengadakan operasi ke sarang pasukan Permesta sengaja melepaskan tembakan ke sasaran kosong, sekadar mengesankan sudah terjadi kontak senjata dengan pihak musuh. Ada juga yang rupanya sengaja membuang atau meninggalkan bekal berupa makanan kaleng atau rokok. Hal seperti ini sering terjadi karena adanya persaudaraan antara anggota TNI dan Permesta.


“Misalnya, seorang adik berada di pihak pasukan Permesta, tapi sang kakak adalah anggota TNI. Tak heran jika keadaan ini menimbulkan berbagai cerita yang agak unik dan lucu di tengah peperangan,” kata Phill.


Pada suatu waktu terjadi kontak senjata antara patroli TNI dengan pasukan Permesta. Di tengah berlangsungnya baku tembak yang sengit terdengar teriakan dari arah pasukan TNI, “Andi…bapelaka bae bae ngana, jangan kana kita pe Bren… (Andi…tiarap yang benar, jangan sampai terkena tembakan Bren saya).” Bren adalah senapan mesin ringan.


Rupanya anggota TNI itu mengetahui bahwa adiknya bernama Andi berada di antara pasukan Permesta yang sedang diserang. Demi keselamatan adiknya, dia berteriak memberi peringatan.


Dari arah pasukan Permesta, tiba-tiba terdengar teriakan balasan. “Io Alo…ngana lei, jaga bae bae ngana pe testa. Kita pelor Bar nyandak ada mata. (Iya Alo…kau juga, lindungi dahimu, karena peluru Barku tidak punya mata).” Maksudnya BAR (Browning Automatic Rifle), yaitu senapan mesin ringan.


PRRI/Permesta berakhir pada 1961.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Para pengikut Tan Malaka dihadapkan ke pengadilan. Mereka didakwa melakukan penculikan Sutan Sjahrir dan berupaya menggulingkan pemerintahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was born into a prominent noble family. Yet, she chose the path of struggle.
bg-gray.jpg
Jalan panjang Maria Ullfah memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Terhenti di zaman Jepang.
bg-gray.jpg
Setiati rallied women to commemorate the first anniversary of Indonesia’s independence at the site where the Proclamation was read. They pressed on despite being blocked by Gurkha soldiers.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Piala Dunia U-17 FIFA faktanya terinspirasi dari sebuah turnamen usia muda di Singapura.
Piala Dunia U-17 FIFA faktanya terinspirasi dari sebuah turnamen usia muda di Singapura.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Cerita dari negeri yang jauh, tentang mereka yang menanti dan mengikhtiarkan keadilan.
Lahir dari sekumpulan anak sekolah, Tottenham Hotspur jadi kuda hitam persepakbolaan negeri Ratu Elizabeth.
Lahir dari sekumpulan anak sekolah, Tottenham Hotspur jadi kuda hitam persepakbolaan negeri Ratu Elizabeth.
Bakteri penyebab wabah Maut Hitam ditemukan pada sisa manusia berusia 5.000 tahun. Diduga belum punya efek menular yang mematikan.
Bakteri penyebab wabah Maut Hitam ditemukan pada sisa manusia berusia 5.000 tahun. Diduga belum punya efek menular yang mematikan.
Sebelum terpilihnya Soedirman sebagai panglima, organisasi tentara terkesan sangat rapuh.
Sebelum terpilihnya Soedirman sebagai panglima, organisasi tentara terkesan sangat rapuh.
transparant.png
bottom of page