top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Kisah Presiden Indonesia Pertama yang Berkunjung ke Belanda

Setelah 25 tahun lamanya, akhirnya ada juga seorang presiden dari Indonesia yang melawat secara resmi ke Belanda. Sempat diwarnai aksi penyanderaan.

Oleh :
Historia
11 Mar 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Kiri ke Kanan: Pangeran Bernhard, Soeharto, Tien Soeharto, Ratu Juliana. Foto diambil di depan istana di Den Haag, 3 September 1970 (Wikimedia Commons)

  • 11 Mar 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 9 Des 2025

HARI masih belum terlalu terik di wilayah Ijpenberg, Belanda, 4 September 1970. Masyarakat sudah ramai berkumpul di sepanjang jalan antara pangkalan militer Ijpenburg dengan Istana Huis Ten Bosch. Di sekitar lapangan terbangnya juga terlihat kesibukan yang jarang terjadi. Hari itu pesawat DC 8 “Pulau Bali” milik Garuda Indonesia dijadwalkan mendarat di lapangan terbang militer kota tersebut. Siapa gerangan yang akan datang?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Persekutuan Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja

Tuan Rondahaim dan Sisingamangaraja bersekutu melawan Belanda. Keduanya telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page