top of page

Sejarah Indonesia

Kisah Widodo Cahyono Putro Mencetak Penerus Dirinya

Kisah Widodo Cahyono Putro Mencetak Penerus Dirinya

Kisah legenda sepakbola Indonesia yang baru saja diganjar penghargaan gol terbaik sepanjang sejarah Piala Asia.

3 Oktober 2020

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Widodo Cahyono Putro, legenda hidup sepakbola Indonesia. (Fernando Randy/Historia.id).

Widodo Cahyono Putro. Nama ini melegenda dalam dunia sepakbola Indonesia. Tendangan saltonya menyambut umpan Ronny Wabia berbuah gol dan membawa Indonesia unggul lebih dulu saat melawan tim kuat Kuwait pada Piala Asia 1996. Inilah kali pertama timnas Indonesia tampil di Piala Asia. Gol Widodo pun menyentak perhatian dunia.


Widodo Cahyono Putro sang legenda hidup sepakbola Indonesia. (Fernando Randy/Historia.id).
Widodo Cahyono Putro sang legenda hidup sepakbola Indonesia. (Fernando Randy/Historia.id).

Widodo, lelaki kelahiran Cilacap, memulai perjalanan sebagai pemain sepakbola profesional bersama klub Warna Agung pada 1990. Dia striker langganan klub elite Indonesia dan sempat bermain untuk Petrokimia Putra. Setelah itu, dia membela Persija Jakarta dan berhasil membawa klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut meraih juara Liga Indonesia 2001.


Widodo juga pemain langganan timnas. Debutnya bersama timnas di kejuaraan resmi berbuah manis: emas Sea Games Filipina pada 1991. Saat itu dia tampil bersama sejumlah pemain muda lainnya seperti Rochi Putiray dan Aji Santoso.


Widodo kini melatih Persita Tangerang. (Fernando Randy/Historia.id).
Widodo kini melatih Persita Tangerang. (Fernando Randy/Historia.id).
Para pemain Persita berlatih di Sport Center Kelapa Dua. (Fernando Randy/Historia.id).
Para pemain Persita berlatih di Sport Center Kelapa Dua. (Fernando Randy/Historia.id).

Setelah gantung sepatu, Widodo menjadi pelatih beberapa klub. Dari Petrokimia Putra, Persepam Madura Utama, Sriwijaya FC, Bali United, sampai Persita Tangerang. Dia juga menjadi asisten pelatih timnas Indonesia untuk Pra Olimpiade, kualifikasi Piala Asia 2011, dan Sea Games 2011. Prestasinya memang belum sementereng ketika menjadi pemain.


Widodo terus membangun tim Persita Tangerang di tengah ketidakpastian kompetisi Liga Indonesia. (Fernando Randy/Historia.id).
Widodo terus membangun tim Persita Tangerang di tengah ketidakpastian kompetisi Liga Indonesia. (Fernando Randy/Historia.id).

Belakangan kabar membanggakan datang untuk Widodo. Gol akrobatiknya ditetapkan sebagai gol terbaik sepanjang masa dalam sejarah gelaran Piala Asia. Dalam pemilihan yang diselenggarakan oleh AFC (Konfederasi Sepakbola Asia), gol itu mengungguli gol dari pemain Lebanon Abbas Chahrour ke gawang Irak. 


Ketika dimintai komentarnya tentang penghargaan tersebut, Widodo menjawab simpel. "Gol itu sudah lama, 24 tahun. Sebetulnya tugas saya waktu mencetak gol sudah selesai. Gol itu bagi saya anugerah," ujarnya kepada Historia.id.


Sampai sekarang dia masih tak percaya dirinya bisa membuat gol seindah itu. "Tidak percaya bisa bikin gol seperti itu. Semoga ini bisa dijadikan semangat baru dan inspirasi generasi mendatang," lanjut Widodo.


Widodo saat memberikan masukan kepada para pemain Persita. (Fernando Randy/Historia.id).
Widodo saat memberikan masukan kepada para pemain Persita. (Fernando Randy/Historia.id).
Para pemain Persita Tangerang berlatih di Sport Center. (Fernando Randy/Historia.id).
Para pemain Persita Tangerang berlatih di Sport Center. (Fernando Randy/Historia.id).
Widodo berupaya mencetak penyerang tangguh bagi Persita dan Indonesia. (Fernando Randy/Historia.id).
Widodo berupaya mencetak penyerang tangguh bagi Persita dan Indonesia. (Fernando Randy/Historia.id).
Tidak hanya pemain lokal, pemain asing pun menaruh hormat pada Widodo. (Fernando Randy/Historia.id).
Tidak hanya pemain lokal, pemain asing pun menaruh hormat pada Widodo. (Fernando Randy/Historia.id).
Widodo saat memimpin latihan Persita Tangerang. (Fernando Randy/Historia.id).
Widodo saat memimpin latihan Persita Tangerang. (Fernando Randy/Historia.id).

Kini pria berusia 49 tahun tersebut disibukkan melatih Persita Tangerang. Dalam melatih, Widodo menerapkan etos filosofi sepakbola menyerang. Dia tentu saja berharap mampu mencetak penyerang-penyerang tangguh bagi Persita dan timnas Garuda.


Usai melatih hampir dua jam, Widodo mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia perihal golnya. "Terima kasih kepada netizen, penggemar bola, dan yang memvoting kemarin. Gol ini jadi sejarah, jadi gol terbaik sepanjang Piala Asia," katanya.


Widodo berterima kasih kepada masyarakat Indonesia atas dukungannya sehingga golnya menjadi yang terbaik. (Fernando Randy/Historia.id).
Widodo berterima kasih kepada masyarakat Indonesia atas dukungannya sehingga golnya menjadi yang terbaik. (Fernando Randy/Historia.id).
Stadion Sport Center kandang Persita tampak sunyi saat pendemi Covid-19 melanda. (Fernando Randy/Historia.id).
Stadion Sport Center kandang Persita tampak sunyi saat pendemi Covid-19 melanda. (Fernando Randy/Historia.id).

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
Bertahan dari Hukuman IOC, Dulu dan Sekarang

Bertahan dari Hukuman IOC, Dulu dan Sekarang

Indonesia tegar menerima konsekuensi dari IOC gegara menolak visa atlet-atlet Israel di kejuaraan dunia senam. Bukan kali pertama.
Cape Verde, Si Hiu Biru yang Menggebrak Sejarah Piala Dunia

Cape Verde, Si Hiu Biru yang Menggebrak Sejarah Piala Dunia

Charles Darwin pernah mampir ke Cape Verde. Timnasnya lolos ke Piala Dunia tak semata karena naturalisasi dan barisan diaspora namun juga karena dedikasi dan kemauan berproses.
Perkara Naturalisasi Malaysia, Dulu dan Kini

Perkara Naturalisasi Malaysia, Dulu dan Kini

Bukan kali ini saja pemain naturalisasi “Harimau Malaya” bermasalah. Kala kali pertama saja juga dipermasalahkan FIFA.
Varia Maskot Piala Dunia

Varia Maskot Piala Dunia

Maskot Piala Dunia terilhami dari bermacam hal. Mulai fauna khas negeri tuan rumah hingga buah hingga keffiyeh terbang.
DNA Sepakbola dan Tinju Ricky Hatton

DNA Sepakbola dan Tinju Ricky Hatton

Penggemar Bruce Lee yang beralih dari lapangan hijau ke ring tinju. Legenda yang humble hingga dihormati Mayweather hingga Pacquiao.
bottom of page