- 23 Jun 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 8 Mar
KETERKUNGKUNGAN membuat Jozef Alexander Cohen acap kabur untuk mencari tempat yang tak mengekangnya. Laki-laki Yahudi kelahiran Leeuwarden, Belanda, 27 September 1864 ini sering kabur mencari kebebasan sejak belia.
Alhasil, menurut S.A. Reitsma di Het Parool, 28 September 1954, sekolah menengah Cohen tidak beres. Padahal, dia suka membaca. Jiwa bebas Cohen kemudian menuntunnya pergi ke Harderwijk kala umurnya 19 tahun. Kendati kota itu tempat orang terbuang, bahkan di antaranya nyaris setara sampah masyarakat, Harderwijk menawarkan setitik asa.
Di Harderwijklah berkumpul orang dari berbagai tempat demi uang. Sebab, di kota yang berjarak sekira 50 km dari Amsterdam itu mereka para pendatang menandatangani kontrak jadi serdadu Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) selama beberapa tahun. Itu kenapa tempat itu dijuluki “Got Eropa”.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












