top of page

Bangsawan Jawa Memilih KNIL

Sebagai perwira KNIL, dia ditawan Jepang. Anak bangsawan Jawa ini sempat mendukung TNI. Belakangan kembali ke KNIL.

loading_historia_white.gif
transparant.png

R.M.T. S Poerbodipoero atau Poerbo Soemitro saat menjabat komandan kompi pertama KL di Paramaribo, Suriname, pada 1954.

1 Agu 2022
2 menit membaca

Diperbarui: 18 Mei

PADA masa pendudukan Jepang, para tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger) ditahan. Kendati jadi tawanan perang, mereka masih disuruh melakukan apel (upacara) tiap hari.


Para perwira yang ditawan bahkan masih harus memimpin prajurit bawahannya untuk apel. Setidaknya itu dilakukan hingga tahun 1945. Masa penawanan membuat disiplin para prajurit menjadi longgar.


Poerbo Soemitro, seorang tawanan bekas letnan satu KNIL dan masih keturunan bangsawan Jawa, ditugaskan memimpin apel pada suatu pagi. Keributan kecil terjadi karena seorang sersan KNIL datang terlambat sambil berceloteh tak jelas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
transparant.png
bottom of page