top of page

Menyorot Tradisi Maskot

Willie, si singa berambut ala personel The Beatles, sang pelopor tradisi maskot.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Willie, maskot Piala Dunia 1966, menyambut Uwe Seeler, kapten timnas Jerman Barat. Foto: fifa.com.

  • 17 Nov 2017
  • 2 menit membaca

IBARAT sayur kurang garam. Itulah yang mungkin bakal terjadi bila event akbar olahraga modern, Piala Dunia ataupun Olimpiade, tak memiliki maskot. Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, Rusia telah siap dengan maskotnya.


Zabivaka, nama maskot itu, merupakan sesosok serigala lucu berbulu coklat yang mengenakan balutan celana merah dan jersey putih berlengan biru yang bertuliskan “Russia 2018”. Ekaterina Bocharova, sang desainer maskot, melengkapi sosok Zabivaka dengan kacamata sport ber-frame oranye. Zabivaka sendiri merupakan kata dalam bahasa Rusia yang berarti pencetak gol.


Zabivaka menjadi maskot ke-14 dalam sejarah Piala Dunia. Tradisi penggunaan maskot dalam gelaran megah olahraga terpopuler ini berawal pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Sebagai tuan rumah, Inggris kala itu kesulitan mendapatkan sponsor. Untuk mendorong promosinya, negeri tiga singa itu lalu membuat maskot.


Reg Hoye, ilustrator buku anak-anak Penerbit Enid Blyton, mendapat kepercayaan menggarap maskot itu. Selain mengupayakan pendeskripsian putranya, Leo, Hoye mengambil inspirasi dari simbol negerinya, singa, dan memadukannya dengan ikon budaya pop yang sedang trendi untuk mencipta maskot itu. Hasilnya, seekor singa mengenakan baju bergambar Union Jack (bendera Inggris Raya) dan bertuliskan “World Cup”.


“Hoye memodernkan sosok singa yang merupakan ikon kerajaan (Inggris) dengan rambut bergaya (band) The Beatles,” tulis buku 1966 and Not All That karya Amy Lawrence dkk.


Alih-alih menamakan maskotnya dengan nama sang anak, Hoye justru menamakan maskot yang rampung pada Juli 1965 itu Willie. “Pemilik asli nama (maskot Willie) adalah Kepala Administrasi Piala Dunia, EK ‘Willie’ Wilson. Nama panggilan akrab yang berasal dari para stafnya inilah yang kemungkinan diberikan untuk maskot,” tulis Jonathan Mayo dalam The 1966 World Cup Final: Minute by Minute.


Maskot Willie lalu eksis dalam gambar ilustrasi dan beragam merchandise, mulai boneka hingga botol bir. Panitia serta FIFA meraup keuntungan melimpah dari produk-produk yang menyertakan gambar Willie. Keuntungan bertambah setelah lagu “Willie World Cup” diciptakan oleh Lonnie Donnegan. Lagu itu berandil besar mendongkrak pendapatan dari siaran radio dan hak siar televisi.


“Pendapatan dari semuanya itu merupakan ledakan komersial pertama di Piala Dunia. Dilaporkan, FA (PSSI-nya Inggris) dan FIFA mendapat keuntungan hingga 3 juta poundsterling,” ungkap mantan penyerang timnas Inggris Jimmy Greaves dalam Greavsie: The Autobiography.

Willie tak hanya memelopori penggunaan maskot dalam setiap turnamen empat tahunan tersebut tapi juga perhelatan akbar olahraga multicabang, Olimpiade. Setelah Olimpiade musim dingin 1968 Grenoble (Prancis) hadir dengan maskot Schuss karya Mme Lafargue, Olimpiade musim panas mengikuti dua tahun kemudian ketika Olimpiade Munich 1972 hadir dengan maskot ciptaan Olt Aicher bernama Waldi. Delapan tahun kemudian, Piala Eropa mengikutinya dengan perhelatan di Italia yang menampang Pinocchio sebagai maskot.


“Willie meretas sejarah dan menjadi warisan yang berpengaruh. Bahkan sampai sekarang, memorabilia World Cup Willie masih bisa ditemukan, tidak hanya untuk pasar kolektor, namun juga suvenir kontemporer,” tulis Kevin Tennent dan Alex Gillett dalam Foundations of Managing Sporting Events: Organising the 1966 FIFA World Cup.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo tak hanya berotak encer dalam pelajaran, wawasan dunia dan kesadaran kebangsaannya tumbuh berkat Jules Verne, Multatuli, hingga Sun Yat-sen.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sebagaimana Premier League, Serie A, dan NBA, akhirnya F1 juga membatalkan ajang balapannya. Menghindari pengalaman enam dekade lampau.
Sosok crazy rich dalam lukisan Rembrandt. Menimbun kekayaannya dari hasil memeras keringat para budak.
Sosok crazy rich dalam lukisan Rembrandt. Menimbun kekayaannya dari hasil memeras keringat para budak.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Kalpataru dan Adipura, penghargaan lingkungan hidup yang diberikan pemerintah setiap tahun kepada dua pihak yang berbeda.
Kalpataru dan Adipura, penghargaan lingkungan hidup yang diberikan pemerintah setiap tahun kepada dua pihak yang berbeda.
Palestina menjadi tujuan rombongan Dardanella saat tur ke wilayah Timur Tengah. Di sana mereka menjadi saksi ketegangan antara orang Yahudi dan penduduk Arab.
Palestina menjadi tujuan rombongan Dardanella saat tur ke wilayah Timur Tengah. Di sana mereka menjadi saksi ketegangan antara orang Yahudi dan penduduk Arab.
transparant.png
bottom of page