top of page

Negara Gagal

Cita-cita revolusi kemerdekaan Indonesia tak untuk memperlebar jurang orang kaya dan miskin dan mengabaikan hak-hak minoritas.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi oleh Adhitya Maheswara/Historia.ID.

28 Sep 2012
2 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul 2025

TAHUN 2012 Indonesia masuk dalam peringkat 63 calon negara gagal berdasarkan survey The Fund for Peace yang berpusat di Washington, Amerika Serikat. Seperti berdiri di tubir jurang, hanya selangkah lagi Republik yang didirikan dengan elan perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme ini menjadi negara gagal. Penyebab utamanya tentu karena pemerintah dinilai gagal melindungi minoritas dan gagal mempersempit jurang perbedaan si kaya dan si miskin.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page