top of page

Anak Kapten KNIL Membelot di Perang Aceh

Keluarga keturunan Italia ini keluarga tentara. Ada yang harum namanya, ada pula yang suram.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perang Aceh. (Wikimedia Commons).

11 Apr
4 menit membaca

Diperbarui: 5 Mei

DARI Italia, Johan Gamari Carli (1802-1872) berangkat ke Belanda. Putra dari Giovanni (Jean) Marie Carli dan Catharina itu lalu mendaftar masuk tentara. Pria kelahiran Dervio, Lecco, Lambordia pada 12 Maret 1802 itu lalu pada 22 April 1826 terdaftar sebagai sukarelawan untuk tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL) dengan masa kontrak dinas enam tahun.

 

Johan kemudian dikirim ke Hindia Belanda. Pada 1830-an, pangkatnnya naik menjadi brigadir dalam satuan pengawal Sultan Hamengkuwono V di Yogyakarta. Masa itulah Johan mengawini Josina Justina Kladowits Kladowitz (1813-1881). Di kota itu pula beberapa anak Johan lahir: Fredrik, Petrus, Adrianus Bernardus, Gerardus, Josephine Emeli dan Johanna Petronella. Petrus kemudian mengikuti jejak ayahnya, jadi serdadu.

 

Petrus Carli, disebut arsip Studbook Oost-Indisch Boek, Onderofficieren en minderen, 1832-1949, Nederlands-Indiëarchive 2.10.50, inventory number 351, folio 35695, lahir di Yogyakarta pada 16 Mei 1839. Dia terdaftar menjadi sukarelawan pada 25 Oktober 1855 dan kemudian mendapat pangkat sersan. De Indisch Courant, 27 April 1933, menyebut Carli ikut serta dalam Ekspedisi Bone ke-2 –untuk menaklukkan Kesultanan Bone di Sulawesi Selatan– tahun 1859. Di sana, dia terluka akibat tertembak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page