- 16 Apr 2022
- 5 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
BELANDA khawatir Aceh jatuh ke tangan negara Barat lain setelah melihat Aceh mengadakan hubungan dengan konsul-konsul Amerika dan Italia. Sultan Aceh juga mengirim utusan ke luar negeri untuk mencari bantuan senjata dan dukungan politik sebagai persiapan menghadapi kemungkinan serangan Belanda.
Pada 18 Februari 1873, Menteri Jajahan Van de Putte atas nama pemerintah Belanda menginstruksikan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda James Loudon di Batavia agar penyerangan ke Aceh dapat segera dimulai. Loudon mengadakan sidang khusus Dewan Hindia Belanda membahas teknis pelaksanaan penyerangan.
Ditetapkan Wakil Ketua Dewan Hindia Belanda, Frederik Nicolaas Nieuwenhuyzen sebagai Komisaris Pemerintah untuk Aceh, dan Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler, komandan teritorial Sumatra Barat, sebagai panglima ekspedisi militer pertama ke Aceh.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.











