top of page

Knocker-Upper, Pekerjaan Unik yang Populer di Masa Revolusi Industri

Knocker-upper bertugas membangunkan para buruh pabrik. Profesi tukang ketuk jendela ini ditinggalkan seiring kemunculan jam weker.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang knocker-upper tengah mengetuk jendela untuk membangunkan pelanggannya, 1947. (National Archief/Wikimedia Commons).

9 Jan 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 31 Des 2025

DI masa lalu kebanyakan orang menggunakan isyarat alam, seperti kicau burung atau sinar matahari yang menyinari kamar tidur, untuk bangun dan memulai hari. Ada pula yang dibangunkan oleh dentang lonceng gereja maupun ayam jantan. Di masa revolusi industri, ketika pabrik-pabrik mendorong berkembangnya kelas pekerja di kota-kota besar Inggris pada abad ke-18, sebuah pekerjaan unik, yakni knocker-upper atau tukang ketuk jendela diandalkan para buruh pabrik.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page