Diperbarui: 21 Agu
JIKA di Indonesia punya siklus banjir besar musiman, Australia punya musim kebakaran hutan. Lazimnya terjadi di masa peralihan tahun. Yang terjadi tahun ini merupakan yang terbesar semenjak peristiwa pertama yang tercatat 169 tahun lampau.
Hingga kini pemerintah Australia masih berupaya memadamkan kebakaran hutan yang sejak Agustus 2019 itu. Meluas ke enam negara bagian, kebakaran itu sudah melalap total 5.919.500 hektar lahan hutan dan pemukiman, termasuk di dalamnya 1.516 rumah dan merenggut 19 nyawa. Kebakaran itu juga mengakibatkan sejumlah wilayah di South Island, Selandia Baru terkena hujan abu sejak 1 Januari 2020.
Kebakaran hutan di Australia biasanya dipicu musim kemarau yang disusul gelombang panas. Dari masa ke masa seiring perubahan iklim, kebakaran hutan di Australia kian sering terjadi. “Bahkan bencana seperti ini takkan menggugah tindakan politis apapun. Kenapa? Karena kita masih gagal memahami keterkaitan antara krisis iklim dan peningkatan cuaca ekstrem dan bencana alam seperti #AustraliaFires. Itu yang harus diubah saat ini,” cetus aktivis perubahan iklim Greta Thunberg di akun Twitter-nya, 22 Desember 2019.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















