top of page

Perempuan Pertama Penerima Bintang Gerilya

Erna Djajadiningrat berjasa dalam perjuangan kemerdekaan mulai dari memberi makan para pejuang di garis depan hingga membebaskan para pejuang yang ditahan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Erna Djajadiningrat (1911-1984).

17 Jul 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 4 Mar

PADA peringatan HUT TNI ke-4 tanggal 5 Oktober 1949 di Markas Divisi Siliwangi, Bandung, Panglima Siliwangi Kolonel Sadikin menyerahkan penghargaan Bintang Gerilya kepada Erna Djajadiningrat. Erna menjadi perempuan pertama yang menerima penghargaan Bintang Gerilya berkat jasanya selama perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Erna lahir di Serang, Banten, 4 Maret 1911. Anak ketiga Bupati Serang RAA Achmad Djajadiningrat ini mengenyam pendidikan sekolah dasar Europeesche Lagere School, sekolah menengah Hogere Burger School, dan Middelbare Huishouds School (Sekolah Kesejahteraan Keluarga).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page