top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Linguis Pengelana Negeri Hindia

Van der Tuuk mengabdikan hidupnya untuk mempelajari bahasa-bahasa Nusantara. Dia menyusun kamus bahasa Batak, Lampung, dan Kawi-Bali.

Oleh :
Historia
20 Nov 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Van der Tuuk di rumahnya di Singaraja Selatan, Bali, 1880. (KITLV).

  • 21 Nov 2023
  • 8 menit membaca

Diperbarui: 7 Jan

AWAL 1853, dari basis pemerintah kolonial di Barus, van der Tuuk melakukan perjalanan menuju pedalaman Batak. Tujuannya hanya satu: mengamati kehidupan dan kebudayaan suku Batak asli. Dia sadar bahaya menantinya kalau memasuki wilayah yang belum dikuasai Belanda. Kabar miring di kalangan Eropa juga memberitakan tentang kegemaran orang Batak menyantap orang. Hidupnya dalam pertaruhan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Bianglala Kehidupan di Balik Kamp Interniran Jepang

Bianglala Kehidupan di Balik Kamp Interniran Jepang

Selain mencerminkan kejamnya perang, kamp interniran merekam sisi-sisi humanisme yang dialami para tahanan. Kamp-kamp interniran itu kini tak berjejak lagi.
Westerling Terkulai Dirudal Jerman

Westerling Terkulai Dirudal Jerman

Sebelum jadi "jagal" di Indonesia, Kapten Westerling harus merasakan pahitnya rudal Jerman dalam PD II. Berbulan-bulan dia harus dirawat di Inggris.
Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Belanda serahkan lagi tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Arca Siwa, Prasasti Damalung dan sebuah Al-Quran direpatriasi untuk disimpan di Museum Nasional.
Before the Rise of Tarumanagara

Before the Rise of Tarumanagara

Before Tarumanagara, there was a civilization called Buni. What is the story of Tarumanagara's origin?
Nasib Pahit Kapal Perang Gegara Toilet

Nasib Pahit Kapal Perang Gegara Toilet

Alami malfungsi binatu dan toilet, kapal induk AS ditarik mundur usai operasi menyerang Iran. Kisah lebih getir pada Perang Dunia II dialami U-Boat Jerman.
bottom of page