top of page

Marie Antoinette, Let Them Eat Cake, dan Revolusi Prancis

Ungkapan “Let them eat cake” dikaitkan dengan Ratu Marie Antoinette yang dieksekusi mati dalam Revolusi Prancis. Benarkah sang ratu pernah mengungkapkan kalimat tersebut?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ratu Marie Antoinette bersama anak-anak dan saudara iparnya, Madame Élisabeth, menghadapi massa yang menerobos masuk ke Istana Tuileries pada 20 Juni 1792. (Musée de la Révolution français/Wikipedia).

24 Agu 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 25 Mar

UNGKAPAN “Let them eat cake” yang dalam bahasa Indonesia berarti biarkan mereka makan kue merupakan kutipan paling terkenal yang dikaitkan dengan Ratu Marie Antoinette di tengah gejolak Revolusi Prancis pada akhir abad ke-18. Dikisahkan, kalimat tersebut diungkapkan sang ratu Prancis sebagai respons atas kondisi rakyatnya yang kelaparan karena kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga memicu terjadinya Perang Tepung di sejumlah wilayah Kerajaan Prancis pada 1775.


Menurut Cynthia A. Bouton dalam The Flour War, ada beberapa faktor yang menyebabkan kerusuhan ini terjadi, di antaranya panen gandum yang buruk pada 1774 hingga memicu kenaikan harga kebutuhan pokok yang tak terelakkan, serta kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan yang diberlakukan pihak kerajaan terkait dengan aturan perdagangan biji-bijian.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Kisah komandan perempuan membebaskan kaumnya dari ISIS dan sistem sosial patriarki di bawah desingan peluru.
Kisah komandan perempuan membebaskan kaumnya dari ISIS dan sistem sosial patriarki di bawah desingan peluru.
Polisi menyebut penyebab utama kecelakaan terletak pada perilaku dan kondisi jiwa pengemudi.
Polisi menyebut penyebab utama kecelakaan terletak pada perilaku dan kondisi jiwa pengemudi.
Dari waktu ke waktu wacana memindahkan ibukota negara dibahas, bahkan pernah pula direncanakan.
Dari waktu ke waktu wacana memindahkan ibukota negara dibahas, bahkan pernah pula direncanakan.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
transparant.png
bottom of page