top of page

Masa Kecil “Si Harimau” Tan Malaka

Bak harimau, Tan Malaka berjuang dalam kesendirian. Cerdas dan pemberani meski nakal, masa kanak-kanaknya akrab dengan hukuman.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tan Malaka semasa muda. (digitalcollections.universiteitleiden.nl).

22 Agu 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Mar

BAK seekor harimau, "Bapak bangsa" Tan Malaka teguh berjalan seorang diri di hampir tiap jengkal jalan perjuangannya. Dia tak gentar meski harus menghadapi lawan yang jauh lebih besar ataupun lebih banyak. Seperti harimau, dia lebih banyak bersembunyi dalam penyamarannya sebelum melancarkan “serangan” mematikan.


Julukan harimau itulah yang diterima Tan ketika masih studi di Belanda. Julukan itu diberikan kakak-beradik indo yang satu kos dengan Tan di Bussum. Penjulukan itu diawali dengan perkelahian di antara keduanya. OS dan HS, kakak-beradik itu, kerap berbuat seenaknya. Pada malam kedua Tan di kos itu, OS tiba-tiba mencekiknya dengan tanpa sebab. Tak ada yang tahu apa tujuan OS melakukan hal itu selain dugaan ingin menunjukkan kuasa pada penghuni baru. Tan ingat, sambil mencekik, OS berkata sesumbar bahwa gerakannya itu merupakan silat kepiting Iep.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Meski klub-klubnya amatiran dan dicengkeram perangkat-perangkat pemerintah, Korea Utara pernah bikin kejutan di Piala Dunia.
Meski klub-klubnya amatiran dan dicengkeram perangkat-perangkat pemerintah, Korea Utara pernah bikin kejutan di Piala Dunia.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
transparant.png
bottom of page