- 22 Agu 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 6 Mar
BAK seekor harimau, "Bapak bangsa" Tan Malaka teguh berjalan seorang diri di hampir tiap jengkal jalan perjuangannya. Dia tak gentar meski harus menghadapi lawan yang jauh lebih besar ataupun lebih banyak. Seperti harimau, dia lebih banyak bersembunyi dalam penyamarannya sebelum melancarkan “serangan” mematikan.
Julukan harimau itulah yang diterima Tan ketika masih studi di Belanda. Julukan itu diberikan kakak-beradik indo yang satu kos dengan Tan di Bussum. Penjulukan itu diawali dengan perkelahian di antara keduanya. OS dan HS, kakak-beradik itu, kerap berbuat seenaknya. Pada malam kedua Tan di kos itu, OS tiba-tiba mencekiknya dengan tanpa sebab. Tak ada yang tahu apa tujuan OS melakukan hal itu selain dugaan ingin menunjukkan kuasa pada penghuni baru. Tan ingat, sambil mencekik, OS berkata sesumbar bahwa gerakannya itu merupakan silat kepiting Iep.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












