- 16 Okt 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 21 Feb
DI Indonesia, nama Tan Malaka masih di-blacklist bahkan hingga kini, 71 tahun setelah wafatnya. Penyitaan salah satu buku karyanya, Merdeka 100 Persen, dari tangan mahasiswa usai berdemonstrasi di Banten beberapa waktu lalu merupakan buktinya.
Nama Tan justru dihormati di Belanda, negeri yang kolonialismenya dia lawan sejak muda hingga akhir hayatnya. Nama Tan digunakan untuk menamakan sebuah jalan di Amsterdam.
“Tahun yang lalu di Amsterdam ada rumah-rumah yang baru dan nama-nama jalan yang baru. Dan di sana sudah disebut Tan Malaka, seperti nama jalan. Ini istimewa dan ini lebih cepat daripada di Indonesia,” kata sejarawan Harry A. Poeze, yang 40 tahun lebih meneliti Tan, dalam Dialog Sejarah bertajuk “Indonesia Dalam Mimpi Tan Malaka” di kanal Youtube Historia, Jumat, 16 Oktober 2020.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












