top of page

Kala Tan Malaka Kemalingan di China

Hidup dalam pelarian di Shanghai, Tan Malaka jadi saksi dari kengerian pendudukan Jepang. Nahas, kemalingan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tan Malaka. (KITLV).

  • 29 Feb 2020
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 21 Feb

TINGGAL jauh dari kampung halaman tanpa bekal cukup dan sanak famili jelas merepotkan. Terlebih, jika saat tinggal itu yang bersangkutan sedang dalam status pelarian. Lengkaplah sudah penderitaan.


Kondisi itulah yang dialami Tan Malaka, salah satu founding fathers Indonesia, ketika tinggal di Shanghai dari 1930-1932 –Tan tinggal dengan menyewa sebuah kamar di rumah milik Tionghoa di Chapei. Tan sadar betul semua kesulitan dan bahaya yang mengitarinya merupakan risiko dari pilihan hidupnya, memperjuangkan kemerdekaan negerinya. Maka, Tan menjalaninya dengan biasa sebagaimana dia menjalani hidup di masa-masa sebelumnya di tempat-tempat yang juga berbeda. Tan tinggal di Shanghai dengan nama samaran Ossario, yang disebutnya sebagai seorang wartawan asal Filipina yang bekerja pada Bankers Weekly.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah shared a room with Siti Soendari, the youngest sister of Dr. Soetomo. They had different personalities but complemented each other very well.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
Artikel Suwardi sangat menyinggung pemerintah kolonial. Mereka pun langsung mengerahkan polisi untuk memeriksa Suwardi dan rekan-rekan perjuangannya.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Tingkat dan perubahan populasi permukiman kuno bisa diteliti lewat ekstrak tinja manusia dan hewan.
Tingkat dan perubahan populasi permukiman kuno bisa diteliti lewat ekstrak tinja manusia dan hewan.
Koboi sebermula seorang penunggang kuda penggembala ternak. Berubah jadi sosok heroik dan dibanggakan oleh pemuda revolusi di Surabaya.
Koboi sebermula seorang penunggang kuda penggembala ternak. Berubah jadi sosok heroik dan dibanggakan oleh pemuda revolusi di Surabaya.
Kelompok antidemokrasi membubarkan pertemuan para penyintas 1965 yang akan mengikuti simposium nasional yang bakal diselenggarakan pemerintah.
Kelompok antidemokrasi membubarkan pertemuan para penyintas 1965 yang akan mengikuti simposium nasional yang bakal diselenggarakan pemerintah.
transparant.png
bottom of page