- 13 Apr 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 15 Feb
SEJAK bergabung dengan PRRI, Mohammad Natsir, ketua umum Masyumi, mengirim pesan agar namanya tak dikaitkan lagi dengan Masyumi supaya partai tak dianggap terlibat pemberontakan. Namun, pesan ini tak bisa menghalangi perselisihan di tubuh Masyumi.
Sebagian besar pimpinan partai menentang, malahan beberapa di antaranya mendesak partai agar mendukung secara resmi aksi-aksi Natsir. Seperti dilakukan Kasman Singodimedjo dalam pidatonya di bioskop Roxy, Magelang pada 31 Agustus 1958.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












