- 19 Agu 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 20 Mei
HARI Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 baru saja kita rayakan. Seperti biasa, upacaranya bertempat di Istana Merdeka. Sejak beberapa tahun belakangan, hajatan ini menyisipkan pertunjukan hiburan. Saat itulah kita melihat dengan takjub para pejabat tinggi negara turun ke halaman Istana Merdeka berjoget ria hanyut dalam suasana gebyar.
Padahal, di luar tembok istana, masih banyak rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Untuk sekadar makan dan mendapatkan pekerjaan dengan upah layak saja mereka amat kesulitan. Terlebih bila menilik sejarahnya, perayaan hari kemerdekaan RI di Istana Merdeka sesungguhnya bertolak belakang dengan sejarah proklamasi kemerdekaan itu sendiri.
“Peringatan proklamasi kemerdekaan itu sekarang kan di Istana (Merdeka), dan menurut kami kontra-produktif karena itu dulu istana gubernur jenderal. Jadi, gambaran tentang kemerdekaan Indonesia itu kurang pas karena membayangkan acara proklamasi itu megah, penuh dengan kemewahan. Padahal, pada kenyataannya itu diadakan di teras rumah dan itu di bulan puasa juga tanpa biaya,” kata sejarawan Bondan Kanumoyoso dalam bincang publik Yayasan Lembaga Kajian Heritage Indonesia bertajuk “Cerita Makanan Jajanan Rakyat Awal Kemerdekaan” di Jakarta (15/8).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















