- 5 Feb 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 18 Mar
TERPESONA dan melihat masa depan gemilang, P.A.J. Moojen merantau ke Hindia Belanda pada Januari 1904. Sebagai seorang arsitek, dia mengamati dan mempelajari perkembangan arsitektur di Hindia Belanda. Dia bukan hanya melihat kurangnya pendidikan arsitektur dan tidak adanya arsitek, menyebut arsitek hanyalah opziter plus atau pengawas bangunan plus, tapi juga arsitektur kolonial masa itu bermutu rendah.
“Arsitektur di Hindia Belanda hingga abad ke-19 hanyalah tiruan-tiruan tanpa roh atas gaya neo- Hellenisme yang tanpa jiwa. Jiplakan-jiplakan buruk dari contoh-contoh yang murung. Semuanya menjadi saksi polos yang bisu untuk abad yang tanpa rasa dan tanpa kemampuan mencipta,” tulis Moojen dalam artikel “Bouwkunst” yang dimuat Weekblad voor Indie, volume 2, 1907.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















