top of page

Memenangkan Bumi yang Diikat

NU membuktikan bisa bersaing dalam pemilu. Hasil pemilu mengejutkan, NU menjadi partai terbesar ketiga, dibayang-bayangi PKI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lambang partai politik peserta Pemilu 1955. (LIFE).

1 Nov 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 31 Jan

SEBUAH undangan sampai ke tangan Ali Mansur, konsul PBNU Wilayah Nusa Tenggara, pada September 1955. Isinya, Penyelenggara Rapat Bersama mengundang cabang NU, Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Masjumi di Lombok untuk membuat pernyataan bersama demi kemenangan umat Islam. Sontak, Mansur heran. Dia tak pernah berunding dengan Masjumi maupun PSII.


Tak lama, datang dua pengurus PSII cabang Lombok. Mansur mengatakan NU tersinggung karena namanya dicatut. Dia juga menyebut bagaimana Masjumi kerap memfitnah NU dan pemimpin-pemimpinnya.


“Dengarkah saudara bahwa mereka di mana-mana berkata Ahlussunah wal PKI?” ujar Mansur, dalam laporannya yang tersimpan di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page