top of page

Menegaskan Kawan dan Lawan

Masyumi sadar pentingnya media sebagai senjata politik. Melalui koran dan majalah, Masyumi menyuarakan Islam sekaligus menyerang lawan bebuyutan, PKI.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Redaksi Abadi berfoto bersama setelah selesai rapat pemegang saham surat kabar Abadi. (Repro Alam Fikiran dan Djedjak Perdjuangan Prawoto Mangkusasmito).

6 Apr 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 13 Feb

SEMENTARA penyelesaian soal Darul Islam (DI) masih terkatung-katung, Kasman Singodimedjo, wakil ketua umum Masyumi, membuat pernyataan kontroversial. Dia mengatakan pemerintah seharusnya memberi amnesti kepada anggota DI yang tertangkap. Pemberian amnesti ini merupakan satu-satunya jalan untuk memulihkan keamanan.


Kasman mengibaratkan pemerintah dan DI sebagai ayah dan anak. “Betapapun nakalnya anak, yah, kalau diajar tidaklah sampai dipukul mati,” tulis harian Abadi, 19 September 1955.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page