top of page

Menggoreskan Nama di Sinema

Setelah novel pertamanya difilmkan, Fredy S merambah dunia sinematografi. Terlibat dalam produksi film cinta hingga horor.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Fredy S (berkacamata hitam) bersama kru PT Virgo Putra Film di Ancol, Jakarta, 2000. (Dok. Keluarga Fredy S/Historia.ID).

  • 3 Apr 2023
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 24 Jan

SETELAH membaca Senyummu Adalah Tangisku, Ny. Leonita Sutopo, juragan PT Inem Film, tertarik mengangkat novel itu ke layar lebar. Ia pun menyampaikan ketertarikannya ke si empunya karya. Fredy S senang novel perdananya, yang diterbitkan Mutiara pada 1978, difilmkan. Maka, ia mengangguk.


Leonita serius menggarap film ini. Tak tanggung-tanggung, ia menggandeng sederet artis papan atas. Mulai Rano Karno sampai Sukarno M. Noor. Dari Anita Carolina hingga Farida Pasha. Bahkan, untuk menggubah cerita dari novel menjadi gambar hidup, ia mendapuk Dasri Yacob, seorang sutradara kawakan. Dasri Yacob pula, bersama Fredy S, yang bikin skenario film.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
transparant.png
bottom of page