- Randy Wirayudha

- 18 Nov 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 9 Des 2025
DIBANDINGKAN era Orde Baru, kesadaran anak-anak muda yang kritis terhadap sejarah dan persoalan pelanggaran HAM serta korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) pasca-Reformasi kian terbuka dengan kemajuan teknologi. Oleh karenanya, ujar Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di siniar Dialog Sejarah bertajuk “Kontroversi Gelar Pahlawan Presiden Soeharto” di akun Youtube Historia.ID pada 12 November 2025, penguasa seolah berkejaran dengan waktu untuk mengusung sosok-sosok kontroversial dengan label pahlawan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












