top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Menguak Dokumen Tentara

Jepang mengelak terlibat mendirikan rumah bordil dan merekrut paksa ianfu di sejumlah negara. Namun, peran militernya terungkap dalam dokumen.

6 Jul 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Jenderal Iwane Matsui (paling depan) memasuki Nanjing. (Wikimedia Commons).

  • 6 Jul 2023
  • 2 menit membaca

PADA 1931 tentara Jepang menyerbu daratan China dan akhirnya menduduki kota Shanghai dan Nanjing. Tapi bertahun-tahun berperang membuat militer Jepang kehabisan persediaan makanan. Mereka menjarahi rumah-rumah penduduk, membunuh rakyat sipil, dan … memperkosa perempuan. Dalam buku yang menghebohkan pada 1997, The Rape of Nanking: The Forgotten Holocaust of World War II, Iris Chang mengisahkan secara rinci tentang perempuan-perempuan China yang diperkosa di setiap lokasi dan di setiap waktu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page