top of page

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Tanggapi Penolakan Penulisan Ulang Sejarah Indonesia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, penulisan ulang buku sejarah nasional Indonesia untuk menghapus bias kolonial dan menekankan sejarah perspektif Indonesia atau Indonesia-sentris.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menghadiri rapat kerja bersama Komisi X DPR RI yang membahas tentang proyek penulisan ulang sejarah Indonesia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/5/2025). (TV Parlemen).

27 Mei 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Jun 2025

PENULISAN ulang sejarah Indonesia oleh tim bentukan Kementerian Kebudayaan menuai perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa waktu lalu, sejumlah aktivis dan sejarawan yang tergabung dalam Aliansi Keterbukaan Sejarah Indonesia (AKSI) menyampaikan penolakannya dalam Rapat Dengar Pedapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI pada Senin, 19 Mei 2025.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page