top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Merawat Semangat Oposan

PNI mendirikan lembaga-lembaga pendidikan di berbagai daerah. Tempat menggembleng semangat nasionalisme, tetapi tidak untuk pengkaderan.

Oleh :
30 Sep 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Museum M.H. Thamrin, dulu menjadi tempat Perguruan Rakyat. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

  • Aryono
  • 30 Sep 2024
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 15 Jan

KABAR pertemuan Arnold Manonutu dengan Semaoen di kota Amsterdam, Belanda, tercium intelijen Belanda. Dia pun mulai dimata-matai. Bahkan, pemerintah Hindia Belanda melarang orangtuanya mengirim uang bulanan.  


Merasa tak nyaman, Arnold pulang ke tanah air. Tak berselang lama tinggal di Batavia, Arnold mendapat surat dari orangtuanya di Manado bahwa dia dicalonkan sebagai sekretaris di Minahasa Raad atau Dewan Minahasa, menggantikan G.S.S.J. Ratulangi. Namun, Arnold ditolak Residen Manado, karena dituduh pernah bekerjasama dengan Semaoen yang komunis.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Riwayat Konglomerat Dasaad

Riwayat Konglomerat Dasaad

Jaringan bisnis Dasaad membentang di dalam dan luar negeri. Ia tercatat sebagai pengusaha Indonesia pertama yang membuka kantor cabang di Amerika Serikat.
Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot yang Kontroversial

Brigitte Bardot tak sekadar ikon perfilman yang dijuluki “Marylin Monroe-nya Prancis”. Ia juga “lokomotif sejarah perempuan”.
bottom of page