top of page

Meriam PRRI “Bikin Ngeri” Ahmad Yani

Dekat dengan Ahmad Yani, pengusaha Hasjim Ning sering dilibatkan dalam berbagai urusan penting, termasuk penumpasan PRRI. Bikin banyolan yang bikin Yani terpingkal-pingkal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ahmad Yani sedang memberi briefing dalam operasi penumpasan PRRI. (Wikimedia Commons).

23 Mei 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 19 Jun

USAI mengikuti Misi Yani keliling Eropa untuk membeli senjata, awal 1960-an, Hasjim Ning keponakan Bung Hatta yang pengusaha berjuluk “Raja Mobil Indonesia”, mampir ke Tokyo bersama Mayjen A. Yani (deputi II KSAD). Mereka dijemput istri masing-masing di sana. Keduanya lantas menginap di sebuah hotel yang sama di Tokyo.


Saat di hotel itulah Hasjim mendapati istrinya, Ivonne, digoda seorang pria Jepang. Perkataan-menggoda pria itu didengar Hasjim maupun Yani.


“Kurang ajar banget itu Jepang. Pukul saja, Pak Hasjim,” kata Yani yang geram, dikutip Hasjim dalam otobiografinya yang ditulis AA Navis, Pasang Surut Pengusaha Pejuang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page