Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Pada masa senjanya NH Dini mengalami beberapa penurunan kesehatan. Namun ia tetap bangkit bahkan mendirikan pondok bacaan dengan bantuan teman-teman. Di akhir masa hidupnya NH Dini bahkan memenerima banyak sekali penghargaan yang membanggakan.
Pernikahan NH Dini dengan Yves Coffin seorang Diplomat Prancis membawanya mengembara ke berbagai negara. Dengan memiliki 2 anak tidak membuat kehidupan rumah tangganya mudah, namun sang sastrawan tetap menjadi jati dirinya.
AH Nasution cs. mendirikan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) dan berharap didukung semua tentara. Namun, pada Pemilu 1955 lebih banyak tentara pilih PKI.
Sebagaimana Bung Hatta, Presiden Sukarno berupaya menyelesaikan PRRI/Permesta dengan tanpa kekerasan. Namun ceritanya berubah begitu dilanjutkan PM Djuanda-KSAD Nasution.
Sering pulang-pergi Padang-Bukittinggi untuk menertibkan rakyat sekaligus mengorganisir perjuangan kemerdekaan, Bung Karno mengalami nahas di Bukittinggi.
Dekat dengan A. Yani, pengusaha Hasjim Ning sering dilibatkan dalam berbagai urusan penting, termasuk penumpasan PRRI. Bikin banyolan yang bikin Yani terpingkal-pingkal.
Entah karena jasa Bung Karno atau bukan, resepsi pernikahan Bung Hatta menggunakan adat Jawa. Alih-alih kaku, resepsi sakral itu justru bikin para hadirin terpingkal-pingkal.