Diperbarui: 25 Sep
GEMPA bumi berkekuatan 5,6 magnitudo mengguncang Cianjur pada Selasa, 21 November 2022. Selain menyebabkan longsor, gempa juga merusak banyak bangunan, rumah, dan fasilitas umum. Lebih dari 50 ribu rumah rusak ringan hingga berat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga 25 November 2022, jumlah korban jiwa 310 orang, lebih dari 2000 orang luka, dan lebih dari 60 ribu orang mengungsi.
Cianjur, yang berada di kawasan pegunungan, memang kerap dilanda gempa. Sejak abad ke-19 hingga kini tercatat setidaknya 14 gempa merusak di Cianjur. Selain gempa kali ini, gempa yang juga merusak terjadi pada 1879.
Namun, di sisi lain, Cianjur bertanah subur. Kopi Cianjur merupakan kopi pertama yang berhasil dipanen ketika Kongsi Dagang Hindia Timur VOC berupaya membudidayakan tanaman itu di beberapa tempat di Jawa. Selain kopi, beras Cianjur dikenal tinggi mutunya sejak lama. Beras Cianjur itulah yang selalu dijadikan buah tangan oleh Hasjim Ning, keponakan Bung Hatta yang kemudian dijuluki “Raja Mobil Indonesia”, ketika hilir-mudik Cianjur-Jakarta semasa akhir pendudukan Jepang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















