top of page

Jusuf Muda Dalam di Mata Hasjim Ning

Sejarah mencatat Jusuf Muda Dalam sebagai penjahat. Pengusaha Hasjim Ning punya penilaian lain.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hasjim Ning, orang yang pernah menawarkan bantuan pada Menteri Jusuf Muda Dalam. (Repro Pasang Surut Pengusaha Pejuang).

29 Nov 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 29 Jun

SUKA bergaul dan gemar menolong plus menjadi sabahat Bung Karno membuat Hasjim Ning, keponakan Bung Hatta yang menjadi pengusaha nasional berjuluk “Raja Mobil Indonesia, berada di dalam orbit elite. Posisi itu membuatnya dianggap serba-tahu oleh banyak orang.


Padahal, posisi itu kerap membuatnya sial kendati dirinya hanyalah seorang partikelir alias di luar pemerintahan. Kesialan terutama menimpanya jika ada suatu gejolak politik. Periode peralihan rezim, 1965-1966, menjadi periode terberat yang dirasakannya. Hasjim bahkan ikut kena periksa Tim Pemeriksa Umum (Teperpu).


“Empat puluh delapan kali aku diperiksa. 48 kali diperiksa oleh suatu tim dengan cara crossexamination memang sangat melelahkan bahkan menjengkelkan walaupun pertanyaan dimajukan dengan sopan tapi korektif. Mungkin karena aku seorang pengusaha besar dan dekat dengan Istana, maka aku dipandang serba tahu ke mana saja uang negara digunakan dan dicolongi orang. Mereka seperti tidak percaya bahwa aku tidak tahu dan tidak ikut kebagian. Mereka seperti tidak tahu bahwa dalam masyarakat lingkungan Istana terdapat serigala dan ular yang saling mengincar mangsa untuk disergap ramai-ramai atau difitnah,” kata Hasjim dalam otobiografinya, Pasang Surut Pengusaha Pejuang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Ini perkara duit. Teryata duit dari zaman dahulu kala selalu bikin jadi perkara.
Pameran ilustrasi sejarah gerakan kaum kiri di Indonesia. Menyajikan narasi masa lalu lewat karya seni.
Pameran ilustrasi sejarah gerakan kaum kiri di Indonesia. Menyajikan narasi masa lalu lewat karya seni.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Bukan mangkrak, museum ini cuma butuh dana dan komitmen yang besar. Butuh dana 40 milyar lagi.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
transparant.png
bottom of page