top of page

Nasib Tragis Kapal Inggris

Upaya mencari awak membuat kapal Inggris terpisah dari rombongan. dan bertemu konvoi kapal AL Jerman yang lebih superior. Tak mundur.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Asap pekat menyelimuti HMS Glowworm sebelum tenggelam. Foto diambil oleh awak kapal Admiral Hipper. (Wikimedia Commons).

  • 1 Feb 2020
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 20 Jun

BERT “Curly” Harris selalu ingat hari ketika peristiwa yang merenggut nyawa Edwin, kakaknya, dan juga nyaris merenggut nyawanya terjadi. Peristiwa itu terjadi perairan Norwegia, Laut Utara, awal Perang Dunia II.


Bert merupakan personil AL Inggris yang –diterima pada 14 Februari 1938– bertugas sebagai stoker di kapal perusak (destroyer) HMS Glowworm. Di kapal itu pula Edwin berdinas sebagai stoker.


Menyusul pecahnya Perang Dunia (PD) II, Glowworm bersama beberapa destroyer lain ditugaskan mengawal kapal penjelajah berat HMS Renown melancarkan Operasi Wilfred pada 5 April 1940. Operasi penebaran ranjau di perairan Norwegia itu bertujuan untuk menutup jalur distribusi impor bijih besi Jerman dari Swedia. Inggris menggelarnya setelah gagal mendapat izin dari Swedia dan Norwegia untuk menempatkan pasukan di kota-kota utara dua negeri netral itu, terutama kota pelabuhan Narvik, Norwegia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page