Diperbarui: 31 Agu
DATANG dari keluarga pedagang di Pecinan Semarang, dia lahir di Yogyakarta tepat pada hari ulang tahun Ratu Wilhelmina, 31 Agustus 1930. Dialah Njoo Han Siang, putra kelima Njoo Gee Tik.
Sehari-harinya, keluarga orangtua Njoo berbahasa Hokkian dan Jawa. Keluarga itu merantau ke Semarang hampir bersamaan dengan kedatangan pasukan Jepang di Jawa, 1942.
Pada 1946, Njoo dikirim ayahnya ke Amoy (kini Xiamen) untuk melanjutkan pendidikan. Tiga tahun kemudian dia pindah ke Hong Kong dan kembali ke Semarang pada 1950. Sambil membantu ayahnya berdagang, dia belajar jurnalistik dengan menjadi wartawan foto freelance untuk Sunday Courier pada masa ini.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















