top of page

NU dalam Pemilu Pertama Orde Baru

NU punya pengalaman menyakitkan dengan pemilu terburuk di Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

KH Bisri Mustofa dalam kampanye Pemilu 1971 di Lombok. (@NUdoeloe).

27 Mei 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Nov 2025

AWALNYA pasangan Prabowo-Sandiaga Uno menolak membawa sengketa hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, setelah ada aksi 22 Mei 2019 yang memakan korban jiwa, kubu 02 akhirnya mendaftarkan juga gugatan ke MK. Tim kuasa hukum BPN (Badan Pemenangan Nasional) dipimpin oleh Bambang Widjojanto, mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page