- Budi Setiyono
- 2 Nov 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
AGAR bisa menampung kegiatannya yang kian bejubel, PBNU pindah kantor ke Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Letaknya strategis. Masyumi, Partai Nasional Indonesia (PNI), dan Partai Komunis Indonesia (PKI) juga berkantor di Jalan Kramat Raya. Suatu hari, KH Faqih Usman, tokoh terkemuka Muhammadiyah di Masyumi, berkunjung dan melihat-lihat kantor PBNU. Dari jendela, dia melihat kantor PKI di seberangnya.
“Lho, ternyata NU ini amat dekat dengan PKI, ya?” ujar Usman setengah menyindir.
“Habis… Masyumi dan PNI saling menjauhi, makanya PKI kami hadapi setiap hari setiap saat.”
Keduanya tertawa.
Penuturan Saifuddin Zuhri dalam otobiografinya, Berangkat dari Pesantren itu bukanlah candaan semata, setidaknya bagi NU. Sejak lama mereka antipati terhadap PKI.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












