top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Paman Sam Mencoblos Masyumi

Amerika Serikat mengucurkan dana besar untuk mendukung Masyumi. Tujuannya agar Indonesia tidak dikuasai oleh komunis.

5 Apr 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Diperbarui: 19 Des 2025

MADIUN, 18 September 1948, dianggap sebagai peristiwa kelam bagi Masyumi. Banyak anggota Masyumi, dari guru hingga kiai, menjadi korban. Sehingga, Masyumi mengusulkan 18 September sebagai Hari Berkabung Nasional. Sejak itu, kebencian Masyumi terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) tak tertahankan lagi. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Sudomo Sumber Berita

Sudomo Sumber Berita

Sudomo merupakan pejabat tinggi Orde Baru yang paling sering berurusan dengan wartawan. Pernyataan hingga ocehannya jadi bahan pemberitaan.
Keruntuhan Bisnis Dasaad

Keruntuhan Bisnis Dasaad

Pada masanya, Agus Musin Dasaad mencapai puncak kejayaan bisnis pribumi. Kedekatannya dengan kekuasaan membuka banyak peluang sekaligus risiko. Ketika lanskap politik berubah, bisnisnya pun ikut goyah.
bottom of page