top of page

Para Leluhur Kita

Manusia Indonesia adalah hasil percampuran dari gen-gen bangsa pendatang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Harry Truman Simanjuntak dalam konferensi pers simposium internasional “Diaspora Austronesia” di Nusa Dua, Bali, 18-23 Juli 2016. (Risa Herdahita Putri/Historia.ID).

21 Nov 2024
6 menit membaca

Diperbarui: 26 Nov 2025

SEKIRA 7.000-6.000 tahun lalu, sekelompok kecil manusia bergerak dari Cina Selatan menuju Taiwan. Kebutuhan akan lahan membuat mereka bermigrasi. Di Taiwan, mereka tumbuh menjadi populasi yang besar. Di tempat itulah mereka mengembangkan bahasa yang dikenal dengan Austronesia. Mereka pun kemudian disebut sebagai penutur Austronesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page