top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sepakbola Kontra Nazi

Politik tak berhasil memporak-porandakan sepakbola Ukraina. Sebuah klub sepakbola justru lahir dan memberikan kebanggaan.

29 Mei 2014

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

FC Start: 1. Georgy Timofeyev 2. Nikolai Trusevich 3. Ivan Kuzmenko 4. Pavel Komarov 5. Alexei Klimenko 6. Nikolai Korotkykh 7. Vasily Sukharev 8. Feodor Tyutchev 9. Makar Goncharenko 10. Mikhail Putistin 11. Mikhail Melnik. (sites.duke.edu).

Diperbarui: 15 Apr 2025

INSTABILITAS politik di Ukraina ikut mempengaruhi persepakbolaannya. Selain menunda liga utamanya, laga persahabatan Ukraina melawan AS awal Maret silam hampir gagal. Beruntung Ukraina tak menjadi kontestan Piala Dunia di Brazil yang tinggal berbilang hari. Konsentrasi tim bisa-bisa terganggu.


Dunia sepakbola Ukraina juga pernah terganggu ketika pendudukan Jerman-Nazi semasa Perang Dunia II. Jerman-Nazi membagi wilayah Ukraina menjadi tiga pemerintahan administratif dengan peraturan-peraturan berbeda. Perbedaan kebijakan pembangunan olahraga di tiga wilayah administratif itu mengakibatkan perkembangan olahraga berbeda-beda.


Pemerintah pendudukan Jerman juga menghentikan liga sepakbola setempat dan melarang klub Dynamo Kiev. Beberapa pemainnya dianggap terkait dengan Uni Soviet, musuh Jerman di front timur. Untuk menggantikannya, Reichkommissariaat Ukraine (RKU) –pemerintah administratif bentukan Jerman yang mengendalikan wilayah utara, timur, tengah, dan selatan Ukraina– mengizinkan pendirian klub FC Start pada musim semi 1942.


Para pemain FC Start kebanyakan mantan pemain Dynamo Kiev. Mereka dikumpulkan kembali oleh Iosrif Kordik, manajer toko roti yang gandrung olahraga. Orang pertama yang dikontak Kordik adalah Nikolai Trusevich, kiper kharismatik Dynamo Kiev. Dari Trusevich, jejak bekas rekannya ditelusuri, seperti dua penyerang hebat Ivan Kuzmenko dan Pavel Komorov serta bek muda Alexei Klimenko. Pemain-pemain lain FC Start berasal dari bekas pemain klub Lokomotiv Kiev dan beberapa serdadu Jerman dan Hungaria.


Meski begitu, Start harus mendanai sendiri klubnya. Mereka minim fasilitas. Para pemain harus menyapu halaman toko roti Degtyarevskaya, tempat kebanyakan mereka bekerja, untuk digunakan sebagai tempat latihan pada malam harinya.


Pada laga perdananya, 7 Juni, Start menumbangkan klub Rukh dengan skor 7-2. Start kemudian makin sering tanding dan mengalahkan klub-klub domestik. “Selama musim panas, Start memainkan beberapa laga melawan tim-tim yang terdiri dari garnisun pendudukan Rumania, Hungaria, dan Jerman, dan memenangi semua pertandingan itu,” tulis Vadim Furmanov, “From the Docks to the Death Match: The Rise of Football in Ukraine,” dimuat footandball.net.


Setelah itu, Start mulai diundang melawan klub-klub milik militer Jerman. Pada 17 Juli, Start mempecundangi PGS, klub Angkatan Darat Jerman, dengan skor 6 gol tanpa balas. Pemerintah pendudukan Jerman kebakaran jenggot. Start lalu dijawalkan tanding melawan Flakelf, klub elite Angkatan Udara Jerman, pada 6 Agustus. Start memenuhi undangan itu plus menerima ancaman intimidatif. Tapi lagi-lagi Start menang. Mereka menjadikan sepakbola sebagai simbol perlawanan.


“Kekalahan itu mengirimkan gelombang kejut kepada pemerintah pendudukan Jerman. Hal itu bukan hanya penghinaan terhadap pendudukan Nazi, tapi juga menginspirasi orang-orang Ukraina dan menggerogoti pendudukan Jerman,” tulis laman http://kiev4tourists.com.


Flakelf dan pemerintah pendudukan tak terima. Sebuah tindakan balasan pun dipersiapkan.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Sudomo Sumber Berita

Sudomo Sumber Berita

Sudomo merupakan pejabat tinggi Orde Baru yang paling sering berurusan dengan wartawan. Pernyataan hingga ocehannya jadi bahan pemberitaan.
Keruntuhan Bisnis Dasaad

Keruntuhan Bisnis Dasaad

Pada masanya, Agus Musin Dasaad mencapai puncak kejayaan bisnis pribumi. Kedekatannya dengan kekuasaan membuka banyak peluang sekaligus risiko. Ketika lanskap politik berubah, bisnisnya pun ikut goyah.
bottom of page