top of page

Pemberontakan Petani Banten dalam Ingatan Warga Cilegon

Usaha mengenang peristiwa pemberontakan petani Banten 1888, mulai dari nama jalan sampai membuat film. Tak masuk pelajaran sejarah di sekolah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Film “Ki Wasyid” produksi Kremov Pictures, 2013.

  • 17 Jun 2025
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 9 Jul

BENAK Darwin Mahesa dirundung beragam pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di kampung halamannya pada 1888. Selintas lalu dia pernah mendengar tentang sekelompok petani yang melancarkan perlawanan pada pemerintah kolonial di Cilegon. Lantas dia mencari jawaban: bertanya kepada para tetua dan berselancar di dunia maya.


Darwin mengaku tidak pernah tahu sejarah Geger Cilegon, karena pelajaran sejarah yang diterimanya saat masih sekolah menengah tak menyebutkan cerita tentang peristiwa itu. Pelajar seperti dia lebih banyak menerima pelajaran sejarah nasional: tentang apa yang terjadi di panggung kekuasaan, tentang tokoh-tokoh besar dan ihwal narasi sejarah nasional ketimbang apa yang terjadi di daerahnya sendiri.


Ketika kuliah di jurusan ekonomi Universitas Tirtayasa, Serang, Darwin semakin tertarik untuk mendalami sendiri apa yang terjadi di kampungnya. Tak berhenti di situ, dia membagi pengetahuannya lewat sebuah film yang dibuatnya sendiri. Lewat film berjudul Ki Wasyid yang berdurasi 16 menit itu Darwin memperkenalkan sosok Haji Wasid dan peristiwa pemberontakan petani Banten kepada masyarakat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Penutup kepala yang sekaligus menunjang penampilan dan gaya.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
transparant.png
bottom of page