- 17 Jun 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
BENAK Darwin Mahesa dirundung beragam pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi di kampung halamannya pada 1888. Selintas lalu dia pernah mendengar tentang sekelompok petani yang melancarkan perlawanan pada pemerintah kolonial di Cilegon. Lantas dia mencari jawaban: bertanya kepada para tetua dan berselancar di dunia maya.
Darwin mengaku tidak pernah tahu sejarah Geger Cilegon, karena pelajaran sejarah yang diterimanya saat masih sekolah menengah tak menyebutkan cerita tentang peristiwa itu. Pelajar seperti dia lebih banyak menerima pelajaran sejarah nasional: tentang apa yang terjadi di panggung kekuasaan, tentang tokoh-tokoh besar dan ihwal narasi sejarah nasional ketimbang apa yang terjadi di daerahnya sendiri.
Ketika kuliah di jurusan ekonomi Universitas Tirtayasa, Serang, Darwin semakin tertarik untuk mendalami sendiri apa yang terjadi di kampungnya. Tak berhenti di situ, dia membagi pengetahuannya lewat sebuah film yang dibuatnya sendiri. Lewat film berjudul Ki Wasyid yang berdurasi 16 menit itu Darwin memperkenalkan sosok Haji Wasid dan peristiwa pemberontakan petani Banten kepada masyarakat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















