TEPUK tangan dan sorak sorai meriah terdengar setelah musik, yang mengiringi penampilan seorang penari eksotis di tempat hiburan, berhenti mengalun. Mengenakan pakaian berhias mutiara, serta rok pisang berayun dan bergetar mengikuti tariannya yang penuh semangat, Josephine Baker sukses memukau mata para penikmat hiburan di kota Paris pada 1920-an.
Baker yang lahir dengan nama Freda Josephine McDonald, tiba di Cherbourg, Prancis pada 25 September 1925. Gadis keturunan Afrika-Amerika itu dibawa ke Paris oleh Caroline Dudley Reagan, seorang sosialita dan istri pejabat Amerika Serikat yang bertugas di Prancis.
Hanna Diamond menulis dalam Josephine Baker's Secret War: The African American Star Who Fought for France and Freedom, Reagan ingin menciptakan pertunjukan baru untuk memenuhi hasrat masyarakat Prancis terkait negrophilia yang sedang populer.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















