top of page

Penari Eksotis Mengelabui Nazi

Josephine Baker menjadi mata-mata Prancis di masa Perang Dunia II. Bintang panggung keturunan Afrika-Amerika ini memanfaatkan koneksi dan kecerdikannya untuk mengelabui Nazi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Josephine Baker dalam pertunjukan La Creole karya Offenbach pada 1934. (Repro Josephine Baker's Secret War: The African American Star Who Fought for France and Freedom).

28 Sep
5 menit membaca

TEPUK tangan dan sorak sorai meriah terdengar setelah musik, yang mengiringi penampilan seorang penari eksotis di tempat hiburan, berhenti mengalun. Mengenakan pakaian berhias mutiara, serta rok pisang berayun dan bergetar mengikuti tariannya yang penuh semangat, Josephine Baker sukses memukau mata para penikmat hiburan di kota Paris pada 1920-an.


Baker yang lahir dengan nama Freda Josephine McDonald, tiba di Cherbourg, Prancis pada 25 September 1925. Gadis keturunan Afrika-Amerika itu dibawa ke Paris oleh Caroline Dudley Reagan, seorang sosialita dan istri pejabat Amerika Serikat yang bertugas di Prancis.


Hanna Diamond menulis dalam Josephine Baker's Secret War: The African American Star Who Fought for France and Freedom, Reagan ingin menciptakan pertunjukan baru untuk memenuhi hasrat masyarakat Prancis terkait negrophilia yang sedang populer.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Pantomim bukan sekadar bahasa bisu. Ia seni ekspresi dengan estetika yang tak semata memancing gelak tawa.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Barcelona menyambut kepulangan pahlawan Liga Champions pertamanya. Mampukah Koeman membawa Messi cs bangkit?
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
Ketidakadilan dalam alokasi jumlah kontenstan Piala Dunia 1966 picu kemarahan negara-negara Afrika.
Ketidakadilan dalam alokasi jumlah kontenstan Piala Dunia 1966 picu kemarahan negara-negara Afrika.
transparant.png
bottom of page