- 12 Mar 2025
- 6 menit membaca
Diperbarui: 28 Des 2025
GERAKAN perempuan berkembang di berbagai negara, khususnya di Amerika Serikat, pada abad ke-19. Selain mendorong perempuan mendapat hak pilih, gerakan perempuan juga menyoroti beragam isu sosial dan ekonomi. Dalam hal ekonomi, perempuan hanya memiliki sebagian kecil dari kemandirian finansial yang dinikmati pria.
“Bahkan wanita terkaya sekalipun, secara hukum, seringkali tidak kaya. Mereka adalah istri dan anak perempuan dari suami dan ayah yang kaya, dan itu berarti ketergantungan yang besar pada pria dalam hidup mereka dan bahaya selalu ada bahwa semua yang mereka miliki dapat diambil kapan saja,” tulis Ian Rose dalam “A Bank of Her Own” di JSTOR Daily, 11 Januari 2023.
Di tengah upaya mewujudkan persamaan hak bagi perempuan, seorang wanita bernama Sarah Howe membuka bank perempuan pertama di Boston, Amerika pada 1879. Namun, Howe dan bank yang didirikannya, Ladies’ Deposit Company, justru melakukan penipuan. Empat puluh tahun sebelum istilah skema Ponzi tercipta sebagai hasil dari kasus penipuan yang dilakukan Charles Ponzi, Howe lebih dahulu memangsa para investor wanita, merayu mereka dengan iming-iming keuntungan yang besar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















