top of page

Penjaga Kebun Belanda Membantu Republik

Belanda membentuk milisi penjaga kebun di Jawa Barat. Namun, mereka tak semuanya setia kepada Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perkebunan Goalpara. Di masa Revousi Fisik, perkebunan yang telah ada sejak era kolonial itu diserang justru oleh pasukan pengamanannya sendiri. (Tropenmuseum/Wikimedia Commons).

24 Jul 2025
3 menit membaca

PERANG Kemerdekaan membuat keamanan di berbagai daerah terganggu. Perkebunan teh Goalpara di Sukabumi pun didatangi sekelompok orang bersenjata yang oleh orang Belanda disebut extrimist atau terrorist. Jumlahnya sekitar 30 orang anggota. Mereka anggota Laskar Bambu Runcing dengan Soetisna sebagai komandannya.

 

Perkebunan itu sebenarnya punya tenaga keamanan yang juga bersenjata api yang disebut Onderneming Wacht (OW). Namun yang terjadi di Goalpara malam itu berbeda. “Situasi telah berbalik, Tuan, kami harus mengambil semua senjata kami,” kata salah satu anggota OW kepada atasan Belanda mereka, Maarseveen dan Offerbeek, diberitakan Nieuw Courant, 26 Juli 1948.

 

Jadi, alih-alih mendapat perlawanan dari OW, 30 anggota Laskar Bambu Runcing itu justru mendapat bantuan dari OW di sana. Si OW yang berbalik pihak itu juga bilang ada 300 orang kombatan anti-Belanda yang mengepung kawasan perkebunan itu. “Cepat keluar dan serahkan senjata kalian!”

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page