- 24 Jul 2025
- 3 menit membaca
PERANG Kemerdekaan membuat keamanan di berbagai daerah terganggu. Perkebunan teh Goalpara di Sukabumi pun didatangi sekelompok orang bersenjata yang oleh orang Belanda disebut extrimist atau terrorist. Jumlahnya sekitar 30 orang anggota. Mereka anggota Laskar Bambu Runcing dengan Soetisna sebagai komandannya.
Perkebunan itu sebenarnya punya tenaga keamanan yang juga bersenjata api yang disebut Onderneming Wacht (OW). Namun yang terjadi di Goalpara malam itu berbeda. “Situasi telah berbalik, Tuan, kami harus mengambil semua senjata kami,” kata salah satu anggota OW kepada atasan Belanda mereka, Maarseveen dan Offerbeek, diberitakan Nieuw Courant, 26 Juli 1948.
Jadi, alih-alih mendapat perlawanan dari OW, 30 anggota Laskar Bambu Runcing itu justru mendapat bantuan dari OW di sana. Si OW yang berbalik pihak itu juga bilang ada 300 orang kombatan anti-Belanda yang mengepung kawasan perkebunan itu. “Cepat keluar dan serahkan senjata kalian!”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















